Wednesday, August 28, 2013

Time Line : Michael Crichton

Bibliobook 
Judul : Timeline (Mesin Waktu)
Pengarang : Michael Crichton
Penerjemah : B. Sendra Tanuwijaya
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2012
Jumlah Halaman/Ukuran : 672 halaman / 18 cm

Alasan Membeli Buku :
Penasaran sama semua karya Michael Crichton yang sudah bikin aku jatuh cinta sama buku science fiction :P

~Review~

Robert Doniger, berusia 38 tahun, pakar fisika cemerlang dan seorang milyuder, berwatak keras (hampir semena-mena). Doniger adalah pendiri ITC, perusahaan sekelas IBM, Fujitsu, etc. John Gordon, wakil presiden ITC, mantan manajer proyek Angkatan Udara. Diane Kramer, sekretaris Doniger, seorang lawyer handal. Inilah tiga tokoh penting di ITC yang merupakan cikal bakal penemuan sebuah mesin. Penemuan mesin ini entah mengapa kemudian menjadi benang merah beberapa sejarawan Amerika untuk larut dalam petualangan seru. Apa yang mereka pelajari di kampus dan menjadi proyek penelitian saat ini  menjadi penentu kemampuan mereka untuk bisa survive dalam petualangan ini. Mereka adalah Profesor Edward Johnston (sejarawan), Chris Hughes (sejarawan spesialis teknik), Marek (sejarawan yang tergila-gila dengan kehidupan Perancis di masa lalu), David Stern (ahli fisika) dan Kate Erickson (arsitek). 

Suatu hari, saat para sejarawan sedang melakukan penelitian atas sebuah situs bersejarah bernama kompleks La Roque, Dordogne, Elsie (ahli pustaka) menemukan sebuah pesan aneh dalam tumpukan dokumen lama yang baru saja mereka temukan di reruntuhan Biara Santemere. Dokumen ini berisi tulisan Profesor mereka. Meskipun sudah diuji dengan berbagai cara, kondisi dokumen tetap menunjukkan bahwa itu ditulis pada tahun 1361 M, ratusan tahun yang lampau. Di tengah kondisi mereka yang terkaget-kaget dengan pesan 'Tolong aku" dari Sang Profesor yang seharusnya sedang berada di ITC untuk menyelediki sebuah kasus, tiba-tiba Marek mendapat telepon dari ITC untuk membawa 4 orang anggota tim yang paling mengenal Dordogne untuk segera ke ITC, menyelematkan hidup sang profesor. 

experiencedordogne.com


Ini adalah buku kedua Crichton yang saya baca. Sama halnya dengan buku berjudul Airforce, Crichton selalu berhasil menyajikan buku yang syarat pengetahuan science. Jika di buku Airforce ia banyak berbicara tentang teknologi pesawat, dalam buku ini Crichton mengambil teori kuantum sebagai pusat cerita. Maka, kalian ga boleh heran kalau halaman-halaman awal novel ini berisi kutipan-kutipan pernyataan para afli fisika kuantum (bahkan dibuat catatan kaki lengkap seperti makalah ilmiah) yang berkaitan dengan isi cerita. bahkan menjadi bagian cerita karena banyak muncul dalam dialog. Selain itu, istilah-istilah fisika lain serta bahan-bahan kimia juga akan banyak disebut dalam dialog, dan tentu-tentu sedikit bahasa Latin dalam scene-scene utama novel ini.

Karakter di tokoh ini yang paling menarik bagi saya adalah Marek. Marek adalah sejarawan yang percaya bahwa kehidupan masa lalu tidak kalah dengan kehidupan modern sekarang ini. Ia mempelajari kehidupan ksatria Dordogne dengan sepenuh hati, seperti memanah, menggunakan pedang lebar, berkuda, dan mempelajari seluk budaya Dordogne dengan antusiasme tinggi.

Dari segi cerita, saya sendiri merasa terkaget-kaget dengan ketegangan yang berhasil dimunculkan Crichton scene demi scene. So, interesting! Penerjamahan novel ini juga baik, walaupun beberapa kata cukup asing bagi saya seperti kotakamba (kuburan) dan beberapa istilah asing yang tidak ada indeksnya seperti paku-paku portcullis. 

Saya salut dengan ketekunan Crichton dalam menulis. Saya membaca biografinya dan menemukan bahwa setiap buku akan dibuat pengantar tersendiri di webnya. Untuk buku ini, Crichton menyatakan ketertarikannya pada sejarah Perancis tahun 1300-1400 M yang masih banyak literatur pendukungnya. Sehingga diharapkan ia mampu mengambil fakta-fakta sejarah sebagai bagian dari bukunya. Bahkan ia menghabiskan waktu 1 tahun untuk penelitian sebelum akhirnya menyusun buku ini. Jempoll deh, salutt! So, i give 4 stars untuk Timeline, :')

6 comments:

  1. Okay, pas lihat kata 'fisika', aku langsung gagal jadiin buku ini salah satu wishlist hahaha. x)
    Salut kamu udah baca buku tebal nan berat ini, Athiah! ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe, cuma sebagian kecil kok, inti utamanya mah bukan fisika, tapi petualangan di masa lalu (tahun 1300an). Jadi, banyak juga adegan actionnya, seru loh~

      Hehe, ini tebelnya ngangenin, aku slese dalam 5 hari :P

      Delete
  2. Sepertinya bukunya bagus yang ini, masukin list deh :D

    Sekarang lagi baca bukunya Michael Crichton yang Pirate Latitudes. Awal-awal masih boring... semoga ada kejutan mulai di tengah bukunya >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, aku malah berniat koleksi buku-buku beliau loh~ Tam

      Semangatt, aku yakin harus pakai konsentrasi penuh kalau mau baca buku beliau, ga bisa sambil lalu :p

      Delete
  3. blogwalking...
    aku juga suka Science fic dan suka juga sm Chrichton, sdh baca buku ini dan aku ksih 4 bintang :)
    eh..salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss, sama kita Kak :)

      Salam kenal kembali ~

      Delete