Showing posts with label kumpulan cerpen. Show all posts
Showing posts with label kumpulan cerpen. Show all posts

Thursday, February 7, 2013

SINGGAH : JIA EFFENDIE dkk.

Lagi-lagi saya tertarik dengan kumpulan cerpen, terutama cerpen yang nyastra. Nyumm~ ga bisa bilang ga, xixixi

Kali ini saya tertarik dengan kumpulan cerpen yang mempunyai garis merah tempat persingggahan dalam perjalanan, mulai dari terminal bus, bandara, pelabuhan, hingga stasiun. Seluruh cerita dalam buku ini pasti mempunyai setting satu di antaranya.

Yang paling saya sukai dari kumcer (apalagi yang dibuat oleh beberapa penulis) adalah variasi rasanya yang banyak. Masing-masing penulis dengan gaya yang dimiliki menuangkan ide dan alur yang berbeda-beda. Cocok untuk saya yang orangnya mudah bosan, hehe.

Cerita yang paling saya sukai dalam buku ini ditulis oleh Taufan Gio berjudul Dermaga Semesta. Menceritakan seorang laki-laki yang melakukan perjalanan untuk menapak tilas kekasihnya yang telah tiada. Sesosok wanita yang cinta petualangan dan memotret, mempunyai kebiasaan unik untuk memberikan foto-foto hasil jepretannya kepada objek foto, entah yang difoto adalah manusia, kucing, bahkan langit. Taufan berhasil menggabungkan kedalaman karakter serta ketajaman penggambaran suasana menurut saya. Sangat lezat.

Beberapa cerita yang saya kurang sukai dari buku ini bukan karena gaya penyampaiannya, tapi karena isi ceritanya yang menurut saya kurang berhikmah. Hanya penggambaran cerita biasa, seperti cerpen berjudul  Koper dan Langit Di Atas Hujan.

Keseluruhan dalam buku ini terdapat 13 cerpen. Dan penulisnya adalah orang-orang yang sudah banyak menelurkan buku -minimal antologi- dan karyanya dimuat di media cetak nasional. Tidak rugi membacanya :')

Dan, saya tetap akan membaca cerpen-cerpen manis lain tentu di lain waktu. Tiga bintang untuk buku ini :)


Wednesday, October 31, 2012

Dari Datuk Ke Sakura Emas

Buku ini merupakan kumpulan cerpen dari beberapa penulis kondang dan terkenal dengan kualitas tulisannya, seperti Asma Nadia, Dee, A. Fuadi bahkan Clara Ng. Dengan membawa genre tulisan mereka masing-masing, buku ini menjadi banyak rasa. 

Tentu saya paling suka karya Asma Nadia dengan cerpen berjudul "Emak Ingin Naik Haji", kisah seorang anak yang berusaha mewujudkan impian ibunya untuk bisa naik haji. Keinginan ibunya yang begitu kuat mendorong anak ini untuk sekuat tenaga mengumpulkan uang, meski hanya dengan menjual lukisan buatannya. Hari-hari yang mereka lalui sayangnya tidak menunjukkan kemungkinan impian mereka terwujud, uang mereka habis untuk biaya berobat sang cucu. Bahkan hampir saja sang anak melakukan tindak kriminal  untuk bisa memperoleh uang dalam waktu sekejap.

Akhirnya pada suatu hari sang anak berhasil memenangkan hadiah undian naik haji dari sebuah department store, malang sekali, ternyata belum takdirnya untuk bisa naik haji karena ia tertabrak saat akan menukarkan kupon undiannya. Keduanya telah ikhlas dengan impian mereka yang tak kunjung terwujud. Ajaib, Allah Maha Kuasa dan Maha Penyayang, akhirnya mereka berdua bisa berangkat naik haji. Tanpa pernah mereka bayangkan, tetangga kaya yang sejak dulu ia bantu, berbaik hati membiayai Emak naik haji. Betullah bahwa rejeki itu rahasia Allah. Kita sebagai manusia hanya berkewajiban untuk mengusahakan untuk mendapatkan yang terbaik.

Beberapa cerpen karya penulis lain juga tidak kalah menarik, hanya beberapa cerpen saja yang menurut saya terlalu nyastra, hehe, sehingga sulit untuk dipahami jika hanya sekali baca. Secara keseluruhan saya tidak menyesal membeli buku ini. Mencicipi karya-karya terbaik dari penulis-penulis terbaik dalam satu buku merupakan kesempatan yang sangat langka.